Showing posts with label Rustriningsih. Show all posts
Showing posts with label Rustriningsih. Show all posts

Friday, 30 August 2013

Marzuki Alie Harapkan Mahfud, Tidak Risau JK-Rustriningsih Tolak Ikut Konvensi


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Marzuki Alie, menghargai sikap Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD yang menolak ikut konvensi Capres Partai Demokrat.
"Yang saya harapkan sebenarnya Pak Mahfud MD ikut konvensi. Kalau kader partai lain saya nggak terlalu risau," kata Marzuki di Istana Presiden Jakarta, Jumat (30/8/2013).
Menurut Marzuki dia tidak risau jika Jusuf Kalla (JK) atau Rustriningsihtidak ikut konvensi.
"Memang sebagai kader partai loyal kepada partai. Seperti Pak JK, harusnya loyalnya ke Golkar. Kayak Ibu Rustriningsih  dia kan masih kader PDIP.  Itu kita hargai. Sebagai kader, tapi sebagai kader ideologis. Kalau yang non partisan, seperti Pak Mahfud, itu yang kita harapkan. Tapi saya kira ada pertimbangan-pertimbangan lain Pak Mahfud," kata Marzuki.
Marzuki yang juga Capres Peserta Konvensi Demokrat ini mengatakan  kewenangan untuk capres itu memang di Majelis Tinggi Demokrat.
"Tapi Majelis Tinggi membuat sistem. Itu clear kok, kewenangan kan Majelis Tinggi. Sistem itu yang jadi dasar Majelis Tinggi untuk memutuskan. Jd nggak usah ragu lagi," kata dia.


Thursday, 29 August 2013

Rustriningsih Batal Ikuti Konvensi Demokrat


JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih juga memutuskan batal mengikuti Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. Sebelumnya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan Direktur Utama Lion Air Rusdi Kirana juga memutuskan untuk batal ikut dalam konvensi ini. 

Rustriningsih awalnya datang memenuhi undangan Pra-Konvensi di Wisma Kodel, Jakarta, Kamis (29/8/2013). Datang sendirian pukul 19.35, Rustriningsih langsung masuk ke ruang Pra-Konvensi. Rustriningsih berada di dalam ruangan yang berisi 17 orang anggota Komite Konvensi itu selama lebih kurang 30 menit. 

Namun setelah keluar, dia menyatakan untuk tidak mengikuti konvensi. "Saya sudah sampaikan kepada komite, maaf kalau tidak bisa memenuhi harapan untuk mengikuti konvensi yang akan diselenggarakan," kata Rustriningsih. 

Rustriningsih mengaku mengambil keputusan tersebut karena masih ingin berkiprah di Jawa Tengah. Selain itu dia juga mengaku ingin fokus mengurus keluarga. Rustriningsih menolak jika keputusannya tersebut diambilnya berdasarkan hasil diskusi bersama Komite Konvensi Demokrat di dalam ruangan. 

Menurutnya, ia telah memutuskan sebelum tiba di Wisma Kodel. Menurutnya, diskusi menjadi sedikit lama karena sekaligus bersilaturahim dengan Komite Konvensi yang beberapa di antaranya adalah teman lama. 

Rustriningsih juga menyangkal keputusannya dipengaruhi oleh tekanan dari partainya, yakni PDI-P.

Editor : Hindra Liauw

Mahfud MD Dilarang Kiai, Rustriningsih Tak Minat

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Ruangan konferensi pers tempat pemaparan peserta calon presiden Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat di Wisma Kodel lantai 11, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/8), mendadak riuh.
Sore itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MDyang diundang Komite Konvensi sebagai calon peserta tiba-tiba menyatakan menolak ikut konvensi. Ia lebih mematuhi nasihat kiai, ulama dan kolega daripada dimanfaatkan membangun cintra partai.
Wartawan sangat terkejut. Mahfud tidak sampai satu jam bertemu dengan komite. Padahal pesrta terdahulu cukup berlama-lama bertemu panitia penjaringan, sedangkan mantan Menteri Pertahanan Era Gus Dur ini keluar dalam hitungan beberapa menit. Inilah membuat wartawan bertanya-tanya mengapa Mahfud begitu cepat menjalani tes.
Pertanyaan itu langsung terjawab. Diapit Sekretaris Suaedy Marasabesy dan anggota Komite Konvensi Hinca Panjaitan, sambil duduk di sofa, Mahfud membacakan dua helai kertas di tangannya. Nada suaranya mantap, konstan, Mahfud membacakan suratnya di hadapan Komite, yang mengatakan tidak bersedia ikut sebagai peserta konvensi capres.
Usai membacakan surat itu, Mahfud mempertegas, apa yang tertulis di dalamnya sudah jelas. Sehingga ia mengatakan tidak ada lagi sesi tanya jawab. Mahfud pun keluar dari ruangan konferensi pers, langsung menuju lift kemudian pulang. Di tengah waktu sedikit itu, Mahfud sama sekali tidak komentar ditanyai wartawan.
"Saya merasa bahwa saya pribadi tidak harus mengikuti kontes politik yang baik tersebut karena beberapa hal," kata Mahfud sembari membeberkan dua butir alasan yang panjang.
Dia mengaku, ada pertanyaan belum terjawab meskipun sudah menyampaikannya langsung kepada anggota komite konvensi maupun melalui media massa. Pertanyaan itu menyangkut hak dan kewajiban peserta konvensi dan Partai Demokrat, terutama setelah konvensi selesai dan pemenangnya sudah ditetapkan serta hasil pemilu legislatif sudah selesai.
"Selama ini saya hanya mendengar penjelasan dan jaminan lisan, tanpa ada yang tertulis, sementara AD/ART Partai Demokratmenentukan mekanisme yang berbeda dengan berbagai penjelasan dan jaminan lisan tersebut," kata Mahfud.
Kemudian, katanya, "para guru saya, yaitu kiai-kiai dari pondok pesantren, tokoh-tokoh perseorangan terkemuka di NU, Muhammadiyah, dan gereja serta kolega-kolega di berbagai perguruan tinggi, tokoh-tokoh masyarakat, dan komunitas-komunitas di massa saya bergaul dan ikut memimpin, banyak yang menyarankan agar saya tidak ikut konvensi tanpa mengurangi rasa hormat kepada Partai Demokrat."
Mahfud pun mengakui beberapa kawan menyarankan agar dia tetap ikut konvensi karena konvensi dianggap peluang untuk mendapat tiket menjadi Capres dan dianggap sebagai niat baik dari Partai Demokrat.
"Dan setelah saya merenung dan berkonsultasi kepada Allah SWT melalui salat istikharah serta mendiskusikan secara mendalam dengan tim politik saya, maka saya memutuskan untuk tidak mengikuti konvensi Partai Demokrat," ujar Mahfud.
Berselang sekitar dua jam setelah Mahfud mundur, Presiden Direktur Lion Air, Rusdi Kirana membatalkan diri mengikuti konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. "Saya mohon izin untuk menunda menjadi Calon Presiden sampai tahun 2019, kalau ada kesempatan saat itu," ujar Rudi Kriana usai bertemu Komite Konvensi Capres PartaiDemokrat selama satu jam, di Wisma Kodel, Jakarta, Kamis (29/8) malam.
Keputusan tidak mengikuti konvensi capres ini diambilnya setelah Rusdi berkonsultasi dengan sejumlah rekan-rekan bisnis. Ditambah lagi, bisnis maskapai yang dipimpinnya tengah berkonsentrasi untuk semakin mengembangkan bisnis.
Dia mengatakan sangat ingin maju sebagai Capres melalui mekanisme konvensi. Tapi biarlah sementara ini akan tetap berperan sebagai "duta Indonesia" di tingkat internasional dengan unit bisnisnya.
"Awalnya itu saya tertarik. Setelah ada keseriusan dari pihak komite konvensi dengan beri undangan, saya coba konsultasi dengan teman-teman yang sama kita punya hubungan dagang. Di situ ada bahasa tubuh mereka, meminta saya untuk fokus dulu dengan perusahaan ini," katanya.
Dia juga menegaskan, bahwa selama satu jam bertemu Komite Konvensi, tidak ada arahan agar dirinya mundur dari konvensi. "Tapi saya katakan di dalam tadi, belum waktunya saya. Supaya saya bisa fokus di bisnis saya ini," kata Rusdi.
Kader PDIP Rustriningsih pun menyatakan sikap tidak ikut konvensi. Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah memang memenuhi undangan Sekretariat Komite Konvensi di Wisma Kelompok Delapan (Kodel), namun sekadar menghormati pengundang.
Selain itu Rustriningsih juga melihat kehadirannya menemui Komite sebagai sebagai silaturahmi politik. "Saya sampaikan kepada Komite bahwa saya mohon maaf sebesar-besarnya kalau tidak bisa memenuhi harapan untuk bisa mengikuti konvensi," ujar Rustri.
Menurut Kader PDI-Perjuangan, dia masih ingin berkonsentrasi dan berkiprah di Jateng. Khususnya dia ingin berkiprah di bidang kemanusiaan dan sosial di Jateng.
Rustriningsih yang saat konferensi pers diapit Bendahara Komite Andi Timo Pangerang dan anggota komite Indrawati Sukadis, menegaskan pula hingga saat ini dirinya masih kader PDI-Perjuangan.(tribunnews/gus/mal)

Tolak Ikut Konvensi, Rustriningsih Merasa Tak Ditekan PDIP


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDI Perjuangan, Rustriningsih menegaskan keputusannya menolak ikut konvensi Calon Presiden Partai Demokrat adalah pilihan dirinya sendiri.
PDI Perjuangan, partai tempatnya bernaung tak pernah menekan dirinya untuk melakukan penolakan.
"Saya kira tidak ada tekanan," ujar Rustri, Kamis (29/8/2013).
Bahkan dia juga yakin, Ketua Umum PDI Perjuangan memberikan kepercayaan begitu besar kepada para kader untuk mengerti hal-hal yang bisa dilakukan dan tidak. Termasuk terkait keputusan yang akan diambil Rustri menjawab undangan komite konvensi Capres.
Lebih lanjut Rustri juga berharap, penolakannya untuk tidak mengikuti tahapan konvensi selanjutnya di depan Komite mengakhiri perdebatan selama ini.
"Mudah-mudahan demikian. Tidak ada lagi yang mempersepsikan lain-lain. Walaupun ada ucapan kasar dan itu saya mengerti karena mereka tidak mengikuti saya sejak awal. Saya sangat memaklumi dan kita lihat latar belakangnya," kata Rustri.


Bos Lion Air dan Rustriningsih Diundang Komite Malam Ini


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Usai mantan Ketua Mejelis Konstitusi (MK), Mahfud MD, dua nama lain juga turut diundang Komite Konvensi calon presiden Kamis (29/8/2013) malam ini.
Juru bicara komite Partai Demokrat, Rully Charis mengungkapkan CEO Lion Air Rusdi Kirana dan kader PDIP Rustriningsih.
"Ada dua lagi, Pak Rusdi Kirana dan Bu Rustriningsih," ujar Rully Charis kepada wartawan di Wisma Kodel, Jakarta, Kamis.
Menurut penuturannya, berdasarkan jadwal Rusdi akan bertemu Komite Konvensi pukul 18.30 WIB dan Rustri pada pukul 19.30 WIB.
Lebih lanjut menurutnya, usai dua tokoh ini proses pra-konvensi sudah selesai dengan jumlah tokoh yang diundang komite sebanyak 14 orang.
"Ini hari terakhir, besok tinggal pengumuman dan penyampaian hal teknis kepada tim," katanya.
Sedangkan Jumat (30/8/2013) besok, komite akan menetapkan peserta konvensi Capres Parati demokrat.


Thursday, 22 August 2013

Ditanya Soal Konvensi Capres, Rustriningsih: Maaf Saya Buru-buru Jemput Anak


TRIBUNNEWS.COM,SEMARANG - Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih enggan berkomentar saat ditanya mengenai kesiapannya mengikuti konvensi calon presiden Partai Demokrat. Nama Rustriningsih masuk ke dalam peserta yang diumumkan komite konvensi.
Ia disebut-sebut akan mengikuti konvensi capres Partai Demokrat.
"Maaf ya, saya buru-buru, harus menjemput anak pulang sekolah," kata Rustri dan bergegas meninggalkan gedung DPRD Jawa Tengah, Jumat(23/8/2013).
Rustiningsih,akrab disapa Mbak Rustri, tentu saja menjadi perhatian khusus para wartawan saat pelantikan Ganjar Pranowo-Heru Sujatmoko sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah terpilih di Gedung DPRD, Jumat (23/8/2013).
Bahkan, saat memberikan ucapan selamat, tamu yang hadir sempat tersenyum simpul, saat Bibit Waluyo, Gubernur Jawa Tengah periode sebelumnya, merangkul Mbak Rustri, menuruni anak tangga, untuk kemudian memberikan ucapan selamat untuk Ganjar-Heru.
Meski, momen ini berlangsung cepat, tamu undangan yang hadir dalam acara itu, terlihat mengumbar senyum. Senyum sumringah yang juga diperlihatkan oleh Bibit Waluyo dan Rustriningsih.
Usai acara, Mbak Rustri tetap menjadi incaran wartawan. Dengan ramah ia menjawab pertanyaan wartawan.
Namun, dahinya terlihat dikerutkan, saat pertanyaan lain diajukan, soal kepastian dirinya, menerima atau mengurungkan niatnya sebagai calon peserta Konvensi Partai Demokrat.


Rustriningsih Harus Ikuti Jokowi


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komite Konvensi mengusulkan nama Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih untuk mengikuti penjaringan calon presiden dari Demokrat.
Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengatakan setiap Warga Negara Indonesia berhak dipilih dan memilih. Rustriningsih, kata Eva, juga berhak dicalonkan dan mencalonkan diri di konvensi Demokrat
"Bagi yang dicalonkan maka keputusan ada di individu tersebut menerima pencalonan atau tidak," kata Eva ketika dikonfirmasi, Kamis (22/8/2013).
Eva meminta kader PDIP sepatutnya bersikap seperti Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang mengikuti mekanisme internal PDIP.
"Jokowi mengikuti garis partai dan loyal terhadap partai, dengan menolak tawaran. Ini memang soal etik, tidak ada hukuman, jika melakukan sebaliknya juga partai harus bisa menerima," ujarnya.

Wednesday, 21 August 2013

Ikut konvensi Demokrat, Rustriningsih diminta tiru Jokowi

Sindonews.com - Mantan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah (Jateng) Rustriningsih, diusulkan untuk menjadi calon peserta konvensi semi terbuka Partai Demokrat.

Wanita yang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini pun diminta untuk meniru Joko Widodo, alias Jokowi yang juga merupakan kader partai bentukan Megawati Soekarnoputri itu.

"Begini, lihat Jokowi kan kader paling populer jadi capres. Tapi tetap loyal pada PDIP meski banyak yang menawari," kata Ketua DPP PDIP, Maruarar Sirait saat dihubungi wartawan, Kamis (22/8/2013).

Dengan hal itu, Rustriningsih pun diminta untuk belajar loyal seperti yang dilakukan Gubernu DKI Jakarta itu. "Belajar dari Jokowi, setiap kader masuk partai karena ideologi, seperti PDIP ideologinya berdikari di bidang politik, ekonomi dan sebagainya," tegasnya.

"Setiap kader akan diuji loyalitasnya, dalam perjalanan waktu. Jadi diuji loyalitas dalam urusan partai dan loyalitas partai. Jokowi banyak yang menawari, tapi jawab dengan tegas "saya kader PDIP"," sambungnya.

Kendati demikian, kata Maruarar, dirinya tak akan memaksakan pilihan Rustriningsih jika pada akhirnya yang bersangkutan mengikuti mekanisme tersebut. "Pilihan politik teserah Rustriningsih, tapi ujian loyalitas itu pasti ada, belajarlah pada Mas Jokowi," tuntasnya.

(stb)

SUmber : http://nasional.sindonews.com/read/2013/08/22/12/774060/ikut-konvensi-demokrat-rustriningsih-diminta-tiru-jokowi

Soal Ikut Konvensi, Eva: Keputusan di Tangan Rustriningsih


Metrotvnews.com, Jakarta: Politisi PDI-P Eva Sundari menanggapi diplomatis kabar akan diundangnya mantan Wakil Gubernur Jaw Tengah dalam Konvensi Partai Demokrat (PD). Menurutnya, setiap warga negara berhak dipilih dan memilih.

"Berhak dicalonkan dan mencalonkan diri di konvensi. Bagi yang dicalonkan, maka keputusan ada di individu tersebut menerima pencalonan atau tidak," ujar Eva ketika dihubungi, Kamis (22/8).

Bagi kader PDI-P, kata Eva, sepatutnya bersikap seperti Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). "Mengikuti mekanisme internal PDI-P, mengikuti garis partai dan loyal terhadap partai dengan menolak tawaran," tambahnya.

Namun, menurut Eva, persoalan ini adalah persoalan etik yang tidak memberi efek berupa hukuman pada kader.

"Tidak ada hukuman, jika melakukan sebaliknya juga partai harus bisa menerima," tutup Eva.

Editor: Asnawi Khaddaf


Rustriningsih, Belajarlah Kepada Jokowi yang Loyal Terhadap Partai


Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih muncul sebagai salah satu peserta konvensi Demokrat. Padahal, Rustriningsih merupakan kader PDI Perjuangan.
Menanggapi hal itu Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait memintaRustriningsih meniru Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Pria yang akrab dipanggil Jokowi itu terbukti loyalitasnya kepada PDIP. Meskipun, Maruarar menyerahkan sepenuhnya keputusan dirangan Rustriningsih.
"Pilihan politik terserah Rustriningsih, tapi ujian loyalitas itu pasti ada, belajarlah pada Mas Jokowi," kata Maruarar di Jakarta, Kamis (29/8/2013)
Maruarar mengatakan setiap orang harus memiliki prinsip dalam berpolitik. Ia melihat ditengah pragmatisme politik, Jokowi menampilkan figur yang loyal pada partainya.
Menurut Maruarar, Mantan Wali Kota Solo itu merupakan kader yang dididik langsung dari program kaderisasi partai berlambang banteng itu.
"Dulu juga PDIP ditawari masuk dalam kabinet, tapi karena keputusan partai kita jadi partai oposisi," imbuhnya.
Sebelumnya, Rustriningsih menyatakan dirinya masih merupakan kader PDIP hingga saat ini.
"Masih kader. Selama belum di ... " kata Rustri yang enggan meneruskan kata-katanya saat menuju ke kantornya, Rabu (21/8/2013).
Ia mengatakan, hingga saat ini kesibukannya menjelang akhir jabatan adalah pindah rumah dan menerima tamu. Sementara Anggota Komite Konvensi Demokrat Vera Febyanthy mengakui pihaknya telah menghubungi Rustriningsih. Hasilnya, Rustriningsih siap mengikuti konvensi tersebut.
"Jawabannya menyatakan siap untuk ikut konvensi. Selanjutnya setiap nama yang diundang dan menyatakan bersedia akan kami bahas dan godok di komite," ujarnya.


Maruarar: Loyalitas Rustriningsih Sedang Diuji


Tribunnews.com, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Maruarar Sirait ikut menanggapi tawaran Partai Demokrat untuk Rustriningsih mengikuti konvensi calon presiden. Menurutnya, loyalitas Rustriningsih sebagai kader PDI Perjuangan tengah diuji.
Maruarar menyampaikan, pada saatnya loyalitas semua kader dari partai manapun akan mendapatkan ujian. Untuk itu, ia menyarankan agar Rustriningsih belajar pada sikap yang ditunjukkan oleh kader PDI Perjuangan lainnya, Joko Widodo.
"Pilihan politik teserah Rustriningsih, tapi ujian loyalitas itu pasti ada, belajarlah pada Mas Jokowi," kata Maruarar saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (22/8/2013).
Anggota Komisi XI DPR ini menjelaskan, Jokowi tetap mampu menunjukkan loyalitasnya ketika banyak partai yang berusaha menggodanya. Menurut Maruarar, semua tawaran untuk menjadi calon presiden atau calon wakil presiden dari luar PDI Perjuangan tegas ditolak oleh Jokowi.
"Lihat Jokowi, kader paling populer jadi capres tapi tetap loyal pada PDIP meski banyak (partai lain) yang nawarin," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, anggota komite konvensi Partai Demokrat, Vera Vebyanthy, mengatakan, komite mengundang Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih sebagai calon peserta konvensi Partai Demokrat bersama sejumlah tokoh lain.
Rustriningsih dinilai sebagai tokoh perempuan di Jawa Tengah dengan latar belakang yang baik. Meski begitu, nama-nama yang diusulkan dalam undangan masih sebatas usulan sehingga tidak serta-merta menjadi peserta konvensi.


Disebut Jadi Kandidat Konvensi, Ini Jawaban Rustriningsih


REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Namanya disebut sebagai salah satu kandidat dalam konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat (PD), Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih mengaku belum tahu.
 
Orang nomor dua di Jawa Tengah yang masa pengabdiannya hanya tersisa dua hari lagi ini bahkan tidak banyak memberikan komentar saat dicecar berbagai pertanyaan seputar kabar tersebut.
 
"Saya sendiri belum tahu soal itu, saya baru dengar dari kalian (red; wartawan)," ujar Rustriningsih, usai bersilaturahmi dengan gubernur Jawa Tengah terpilih, Ganjar Pranowo, di Semarang, Rabu (21/8).
 
Ia mengaku menjelang serah terima jabatan gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah, beberapa hari terakhir dirinya banyak menerima tamu yang ingin berhalal bihalal dengan keluargnya.
 
Bahkan pada Selasa ia harus menerima tamu hingga pukul 24.00 WIB. "Sehingga banyak telepon yang tidak sempat saya jawab atau saya angkat, termasuk dari teman-teman wartawan," ujarnya.
 
Saat ditanya apakah sejauh ini sudah pernah ada komunikasi dengan PD perihal konvensi ini, Rustri mengaku tidak pernah. Demikian pula komunikasi dengan DPP PDIP.
 
Rustri juga tidak mengomentari pertanyaan seputar kesediaannya dalam konvensi capres PD ini. "Sampai saat ini saya masih sebagai kader PDIP," kata mantan bupati Kebumen ini melanjutkan.
 
Seperti diketahui, Rustriningsih masuk dalam daftar kandidat konvensi capres PD. Namanya diusulkan Komite Konvensi capres PD, bersama tokoh lain seperti Marwah Daud.

Rustriningsih Harus Izin PDI-P untuk Ikut Konvensi Capres Demokrat


JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih yang juga kader PDI Perjuangan masuk sebagai salah satu kandidat konvensi calon Presiden Partai Demokrat. PDI Perjuangan meminta agar Rustriningsih meminta izin terlebih dulu ke partai. 

"Harus seizin partai, begitu aturannya jika memang masih kader PDI-P," ujar Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Arif Wibowo, di Jakarta, Rabu (21/8/2013). 

Hingga kini, kata Arif, Rustriningsih masih berstatus kader PDI Perjuangan. Rustri, lanjutnya, belum mengajukan pengunduran diri.

"Tapi kalau ternyata dia mau nonaktif silakan saja," katanya. 

Arif menegaskan, PDI Perjuangan belum membahas calon presiden dan wakil presiden. Partai berlambang banteng moncong putih itu baru menyusun mekanisme pemilihan kandidat capres dan cawapres yang tepat. 

"Kami tidak mau buru-buru karena memilih presiden kan tidak sederhana," kata Arif. 

Seperti diberitakan, Rustriningsih menjadi salah satu nama yang diusulkan Komite Konvensi capres Partai Demokrat.  

"Ada Wagub Jawa Tengah Rustriningsih, dan Marwah Daud," ujar anggota komite konvensi Partai Demokrat Vera Febyanthy di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Vera mengungkapkan, komite mengusulkan Rustriningsih sebagai salah satu kandidat calon peserta konvensi karena kemampuan dan jejak rekamnya.

"Dia juga dari Jawa Tengah kita ambil dari sisi Jawanya. Kemudian sudah jauh dari PDI-P," ucap anggota komisi XI itu.

Menurut Vera, Komite Konvensi sudah berkomunikasi dengan Rustriningsih. "Jawaban Beliau siap untuk ikut konvensi. Selanjutnya setiap nama yang diundang dan menyatakan bersedia akan kami bahas dan godok di komite," katanya.

Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Tuesday, 20 August 2013

Komite Konvensi Demokrat Lirik Rustriningsih


JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih menjadi sosok yang diusulkan sebagai calon peserta konvensi Partai Demokrat. Hal ini diungkapkan anggota komite konvensi Partai Demokrat Vera Febyanthy di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/8/2013).

"Ada mantan Wagub Jawa Tengah Rustriningsih," ujar Vera. 

Vera menjelaskan bahwa keduanya saat ini baru diusulkan dan belum dipastikan masuk sebagai peserta konvensi. Komite, lanjutnya, akan membedah kandidat satu per satu dari berbagai aspek. 

Rustriningsih dilirik lantaran kemampuan dan rekam jejaknya yang bagus. "Dia juga dari Jawa Tengah, kita ambil dari sisi Jawa-nya. Kemudian sudah jauh dari PDI-P," ucap anggota Komisi XI itu.

Dia mengungkapkan bahwa sudah ada komunikasi dengan Rustriningsih. Salah seorang komite konvensi sudah menelepon Rustriningsih. "Jawaban beliau siap untuk ikut konvensi. Selanjutnya setiap nama yang diundang dan menyatakan bersedia akan kami bahas dan godok di komite," katanya. 

Komite konvensi Partai Demokrat hingga kini masih menggodok nama-nama calon peserta konvensi. Setidaknya sudah ada 11 nama yang diberikan Majelis Tinggi Partai Demokrat dan 15 nama usulan komite konvensi. 

Sejumlah nama yang diberikan Majelis Tinggi kepada komite konvensi sempat dibeberkan politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul, seperti Marzuki Alie, Irman Gusman, Pramono Edhie Wibowo, Dahlan Iskan, Mahfud MD, Gita Wirjawan, Endriartono Sutarto, Djoko Santoso, dan Chairul Tanjung.

Editor : Hindra Liauw

Jokowi Menolak, Akankah Rustri Tergoda Ikut Konvensi Capres PD?


Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tegas menolak ikut konvensi capres PD. Namun komite konvensi capres PD tak hilang akal untuk menarik tokoh PDIP, Rustriningsih pun dilirik. Apa tanggapan PDIP?

Kalau soal Jokowi, PDIP yakin sejak awal tak akan tergoda ikut konvensi capres PD. Lalu apakah Rustriningsih yang baru saja kehilangan tiket ikut Pilgub Jateng akan tergoda ikut konvensi capres PD? 

"Silakan tanya langsung ke Ibu Rustri," kata Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo, kepada detikcom, Selasa (20/8/2013).

Namun Tjahjo membantah pernyataan komite konvensi capres PD yang menyebut Rustri sudah tidak di PDIP. Menurut Tjahjo, Rustri masih aktif di PDIP.

"Masih kader PDIP," tegas Tjahjo.

Komite konvensi Partai Demokrat masih menjaring sejumlah nama untuk ikut dalam konvensi capres, di antaranya politisi perempuan. Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih dan Ketua Umum Partai Republik Marwah Daud termasuk yang diusulkan.

"Ada Wagub Jawa Tengah Rustriningsh dan Marwah Daud," kata anggota komite konvensi capres PD Vera Febyanthy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Sumber : http://news.detik.com/read/2013/08/20/130300/2335047/10/jokowi-menolak-akankah-rustri-tergoda-ikut-konvensi-capres-pd

(van/nrl)

Rustriningsih dan Marwah Daud Diusulkan Ikut Konvensi Capres PD

Jakarta - Komite konvensi Partai Demokrat masih menjaring sejumlah nama untuk ikut dalam konvensi capres, diantaranya politisi perempuan. Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih dan Ketua Umum Partai Republik Marwah Daud termasuk yang diusulkan.

"Ada Wagub Jawa Tengah Rustriningsih, dan Marwah Daud," kata anggota komite konvensi Capres PD Vera Febyanthy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Menurut Vera, nama itu masih bersifat usulan atau wacana karena masih perlu pembahasan untuk ditentukan siapa nama final yang akan masuk sebagai peserta konvensi.

"Kita akan liat dari sisi kompetensi, kita bedah satu per satu dari segala aspek," tuturnya.

Saat ditanya alasan anggota komite konvensi mengusulkan nama Rustriningsih, menurutnya Rustriningsih punya kemampuan untuk menjadi presiden.

"Kemampuan, track record, baik, dia dari Jawa Tengah kita ambil dari sisi jawanya. Kemudian sudah tidak di PDIP," ucap anggota komisi XI itu.

"Katanya sudah ada komunikasi (komite dengan Rustriningsih) tapi belum tahu kesediaannya," imbuh Vera.

Sumber : http://news.detik.com/read/2013/08/20/123218/2335002/10/rustriningsih-dan-marwah-daud-diusulkan-ikut-konvensi-capres-pd

(iqb/van)