Thursday, 22 August 2013

Akbar: Konvensi Demokrat Lebih Baik dari Golkar


TEMPO.COJakarta - Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tanjung menilai konvensi yang digelar Demokrat lebih baik dari Konvensi Golkar 2004 lalu. Demokrat dinilai lebih terbukak mulai dari penjaringan calon hingga penetapan pemenang.

"Sangat baik karena tim seleksi konvensi Demokrat sebagian orang-orang luar partai dan penentuan pemenang melibatkan lembaga survei," kata Akbar saat dihubungi Tempo, Kamisk 22 Agustus 2013.

Secara teknis, kata Akbar, Konvensi Demokrat tak jauh beda dengan Konvensi Golkar. Dari segi penjaringan peserta, Demokrat juga terbuka sama seperti Golkar. Sebagian dari 19 peserta Konvensi Golkar adalah tokoh non-kader. "Ada yang dari luar partai seperti Nurcholish Madjid," ujarnya. 

Golkar pada masa kepemimpinan Akbar mencoba menerapkan paradigma baru dalam menentukan calon presiden. Golkar berniat membangun tradisi demokratis yang berkebalikan dengan kebiasaan Golkar pada masa Orde Baru. 

Dalam konvensi itu, suara pengurus daerah Golkar berperan penting lantaran penentuan pemenang ditetapkan melalui mekanisme pemungutan suara. "Pada putaran pertama, melibatkan kader partai hingga tingkat dua di kabupaten dan kota," ujarnya. 

Kemudian, pada putaran kedua  menetapkan pemenang dari lima calon yang lolos putaran pertama. Konvensi Demokrat, kata Akbar, lebih baik karena melibatkan lembaga survei. Hasil survei itu mencerminkan keinginan rakyat.  "Dari situ elektabilitasnya ditentukan," ujar dia.  

ANANDA BADUDU


No comments:

Post a Comment