Wednesday, 21 August 2013

Tak Keluarkan Nama Cawapres, Golkar Bantah "Tidak Pede"


Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar (PG), Agung Laksono mengatakan, calon wakil presiden (cawapres) partainya akan diumumkan setelah Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 nanti. Hal tersebut menurutnya, bukan karena partai tersebut tidak percaya diri (pede), namun karena Golkar masih harus memperhitungkan perolehan suara di Pileg.
"Bukan tidak pede, tapi kita perhitungkan dong. Jangan nekat. Kan kalau nekat, tidak ada perhitungan. Gimana sebaiknya (hasil) Pemilu Legislatif," kata Agung, di kompleks Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (21/8).
Yang menjadi fokus bagi para caleg partainya saat ini, kata Agung, adalah bagaimana mensukseskan pemenangan Ketua Umum PG, Aburizal Bakrie, yang sudah dideklarasikan menjadi calon presiden (capres) tunggal partai tersebut. Sementara itu, tak tertutup kemungkinan kata dia, adanya koalisi dari partai lain untuk mengeluarkan nama cawapres.
"Pasti ada, baik melalui koalisi maupun yang di non-koalisi. Tidak tahu, apakah dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Demokrat, atau yang lain," lanjutnya.
Namun, kata Agung pula, Golkar akan cenderung berkoalisi dengan partai yang mendapat perolehan suara minimal 20 persen. Persentase suara 20 persen di Pileg sendiri merupakan syarat pengajuan capres, sebagaimana dimuat dalam Undang-Undang Pemilihan Presiden (Pilpres). Untuk mendapat persentase tersebut, partai-partai politik bisa berkoalisi untuk mengajukan calon bakal kandidat RI-1 dan RI-2.

Penulis: Ezra Sihite/SIT

No comments:

Post a Comment