Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai mengakui adanya kerekatan di tubuh partainya. Hal itu dikatakan Yorrys menjelang rapat pimpinan nasional (Rapimnas) yang digelar pada bulan Oktober 2013.
"Rapimnas besok, rapimnas terakhir. Secara eksternal bagus, internal enggak solid. Terjadi faksionalisasi yang makin besar dan mengkristal jadi silent majority," kata Yorrys di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/8/2013).
Menurut Yorrys, adanya fakta tersebut membuat pencalonan Ketua Umum Aburizal Bakrie menjadi terancam. Apalagi adanya tekanan dari pengurus daerah agar mereka juga dilibatkan dalam rapimnas. Selama ini, pengurus pusat dinilai tidak memerhatikan daerah.
"Ini bukan korporasi tapi politik.Banyak kebijakan yang bertentangan dengan norma-norma berorganisasi," kata Yorrys.
Anggota Komisi I DPR itu mencontohkan saat pelaksanaan Musyawarah Daerah yang dihadiri pengurus DPD Golkar tingkat I tidak dilakuan di daerah tetapi malah di Jakarta.
"Itu kan untuk munculkan potensi di daerah," ungkapnya.
Selain itu, Yorrys menjelaskan pelantikan pengurus DPD Golkar yang kini tidak dilakukan oleh Ketua Umum.
“Sekarang, pengurus mana itu nggak jelas yang melantik. Bahkan, tidak ada satu pun anggota DPP yang hadir. Ini preseden buruk. Seharusnya DPP menyatu dengan kader daerah,” imbuhnya.
Menurut Yorrys, kampanye Ical yang dilakukan dengan mendatangi sejumlah daerah juga tidak membuat internal organisasi bersatu. Sebab, kampanye tersebut lebih mementingkan sosok Ical sebagai calon presiden.
“Itu kan dia kampanye buat dia sendiri jadi capres. Lagi pula, ada anomali, jadi tidak pengaruh suara dia ke Partai Golkar,” katanya.
No comments:
Post a Comment