Jakarta – Elektabilitas calon presiden (capres) Partai Golkar (PG) Aburizal Bakrie (ARB) meningkat.
Dari hasil survei opini publik Litbang Kompas yang dirilis pada Senin (26/8), ARB mendapat 8,8 persen suara. Elektabilitas Ketua Umum PG itu beranjak naik dibandingkan perolehan Desember 2012 yang hanya 5,9 persen suara.
“Survei yang baik adalah survei yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan tidak partisan. Bila realitasnya elektabilitas ARB naik, ini kecenderungan positif dan bisa melegakan ARB dan Golkar secara umum, meskipun naiknya masih di bawah 10 persen,” kata peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro di Jakarta, Selasa (27/8).
Dia menambahkan, apabila kecenderungan tak berubah, maka dapat diprediksi April 2014 elektabilitas ARB mencapai di atas 10 persen. Namun, lanjut dia, pencapaian peningkatan tersebut masih jauh panggang dari api untuk berkompetisi di pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres).
“ARB masih memerlukan sejumlah amunisi untuk lebih mendongkrak lagi elektabilitasnya menandingi Jokowi (Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo), Prabowo (Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto) dan capres lainnya,” tegasnya.
Secara terpisah, Sekretaris Jenderal PG, Idus Marham mengaku, tidak terlalu terkejut dengan meningkatnya elektabilitas ARB. “Dari dulu tren-nya memang naik, meskipun kenaikannya terukur. Kita punya keyakinan pada momentum tepat akan menempati urutan pertama,” katanya usai acara Silaturahmi Idul Fitri 1434 H, Silaturahmi Kebangsaan 2013 yang dihelat PG, Senin (26/8) malam.
Sementara itu, ARB bersyukur jika elektabilitasnya sebagai capres mengalami peningkatan. “Alhamdulilah. Kami kejar target terus,” ucapnya.
Ketika disinggung mengenai target itu, Aburizal berharap bisa mendapat 50 persen plus satu pada pilpres 2014. “Ya kalau mau jadi presiden, harus bisa mendapatkan 50 persen plus satu dalam putaran pertama atau kedua,” imbuhnya.
Aburizal menanggapi biasa saja terkait tingginya elektabiltas Jokowi sebagai capres dalam hasil jajak pendapat lembaga-lembaga survei. “Enggak (khawatir tersaingi), biasa aja,” jelas mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat ini.
Pada bagian lain, berdasarkan survei Litbang Kompas, elektabilitas Jokowi tak tertandingi. Survei dilakukan secara berkala terhadap 1.400 responden calon pemilih di Pemilu 2014, 26 November-11 Desember 2012 dan 30 Mei-14 Juni 2013. Responden terpilih secara acak di 33 provinsi.
Elektabilitas Jokowi naik signifikan, kini berada di angka 32,5 persen. Hasil itu nyaris naik 100 persen dibandingkan Desember 2012 lalu sebesar 17,7 persen. Posisi kedua ditempati Prabowo Subianto dengan 15,1 persen. Pada Desember 2012 lalu elektabilitas Prabowo hanya 13,3 persen.
Di posisi ketiga, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri justru mengalami penurunan elektabilitas. Pada Desember 2012 lalu, Mega mendapat 9,3 persen, saat ini elektabilitasnya hanya 8,0 persen.
Penulis: C-6/RIN
Sumber:Suara Pembaruan
Sumber : http://www.beritasatu.com/pemilu-2014/134195-elektabilitas-arb-meningkat-melegakan-golkar.html
No comments:
Post a Comment